Serangan Klasik dan Celah di Lini Belakang

Timnas Indonesia dipastikan lolos ke final Piala Asia U19 2020 di Uzbekistan setelah memenangi Grup K. dan kebobolan 2 gol.

Bagaimana menganalisa rekor tiga pertandingan yang dimainkan timnas Indonesia U19? Fakhri secara keseluruhan telah mencetak gol 4–3–3 dalam tiga pertandingan terakhir. Dikatakan CloverQQ formasi ini terkadang berubah menjadi 4–1–2–3 atau 4–2–3–1 saat menyerang dan 4–1–4–1 saat kehilangan bola.

Meski pola 4–1–4–1 tidak terlalu kaku secara horizontal, namun koleksi pemain di tengah lapangan membuat gelandang Indonesia kerap melakukan tangkapan yang sukses. Kemampuan interpretasi diperkuat dengan kemampuan membaca permainan para gelandang dan bek Indonesia. Ini jelas memudahkan Garuda Nusantara untuk mencuri bola dan bertarung.

Serangan balik ini masih menjadi “pilar” timnas U19. Saat berhasil menangkap bola, gelandang Indonesia itu langsung berusaha mencari winger yang menjadi sasaran utama serangan balik dari luar. Umpan di belakang garis pertahanan lawan adalah senjata utama untuk mencapai sisi luar dalam transisi positif yang dilakukan Indonesia.

Namun pada model serangan terbaik di Indonesia, masih terdapat beberapa kekurangan. Yang mencolok adalah minimnya kehadiran pemain Indonesia di ruang antar lini pertahanan lawan, terutama gelandang serang.

Seringkali gelandang Indonesia berhasil menjangkau striker dengan umpan datar yang kuat dan akurat, tetapi sang penyerang harus mengembalikan bola ke gelandang karena dia tidak memiliki opsi umpan di dekatnya. Pengiriman datar Brylian Aldama ke Bagus kerap absen karena minimnya opsi kombinasi sang striker.

Memang, jika Indonesia lebih agresif dengan menempatkan pemain penyerang di ruang antara garis pertahanan lawan, mereka akan lebih mampu mengancam lawan. Hal tersebut dibuktikan dengan skema balance goal pada pertandingan melawan Korea Utara. Supriades, biasanya ditemukan di tepi, memilih untuk masuk setengah jalan dan memberikan opsi Bagus untuk lewat. Kurang dari 10 detik kemudian, kerjasama mereka menghasilkan sanksi bagi Indonesia.

Kesenjangan lain di timnas U-19 Indonesia adalah kecenderungan mengirim umpan silang ke area penalti. Postur fisik para pemain yang menyerang Indonesia nampaknya belum cukup untuk menyesuaikan pola serangan ini. Hal tersebut diperparah dengan keberadaan sayap dan gelandang yang nyaris jauh dari penyerang saat umpan dilempar. Peluang untuk mengharapkan lemparan bola sangat kecil dan serangan harus dihentikan dengan sia-sia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *